Belajar Menjadi Ultras Yang Baik

Indonesia adalah negara yang pluralis dimana banyak sekali perbedaan yang ada dalam setiap sendi kehidupan masyarakatnya. Perbedaan-perbedaan itu bisa dilihat dari suku, bahasa, agama, sosial, gaya hidup, politik bahkan olahraga. Khusus yang terakhir, yakni olah raga, sangat menarik bagi saya untuk dianalisa. Dewasa ini banyak sekali klub pendukung (fans club) klub-klub asing yang ada di Indonesia mulai dari fans club pendukung klub Liga Primer Inggris, Serie A Italia dan La Liga Spanyol. Setiap fans club memiliki ciri-ciri dan peraturannya sendiri-sendiri. Dan uniknya tidak sedikit dari fans club itu yang memiliki anggota hardcore atau garis keras atau dalam bahasa Italianya memiliki sebutan sebagai Ultras.

Sebagai seorang Laziale yang dari awal dan sampai kapanpun akan selalu mendukung SS Lazio 1900 saya sangat akrab dengan definisi dan perilaku Ultras Indonesia. Ultras disini dapat dengan mudah dibedakan dari mereka yang hanya sekedar suka dengan sebuah klub sepakbola Italia. Ultras akan selalu mendukung dengan cara apapun, kondisi apapun dan bagaimanapun hanya untuk sebuah klub yang mereka dukung. Ultras dapat bertindak kasar, kotor sampai dengan tindakan yang sopan dalam bersosialisasi dengan sesama ultras dari klub yang berbeda.

Lanjutkan membaca ‘Belajar Menjadi Ultras Yang Baik’

Realistis, Ekonomis dan Dinamis

Rasanya tidak mudah untuk hidup didunia yang telah serba modern seperti sekarang. Segala sesuatu yang kita kenakan, dengarkan, tonton dan rasakan semuanya telah menjadi sebuah “brand” tersendiri. Bagaimana orang rela mengeluarkan uang yang lebih hanya untuk sebuah model dan merek yang berbeda. Oleh sebab itu bagi mereka yang memiliki sumber daya sendiri semua hal-hal sekarang adalah sebuah anugerah namun bagaimana bagi mereka (seperti saya) yang serba kekurangan? Tak lain harus memiliki pemikiran yang realistis, ekonomis dan dinamis.

Yang pertama, Realistis. Unsur utama untuk menjadi pribadi yang bahagia dizaman hedonisme ini. Sebuah contoh realistis, saat ini dipasaran banyak sekali tersedia ponsel dari yang harganya hanya beberapa ratus ribu rupiah sampai yang berharga hingga jutaan rupiah. Tentu saja semakin mahal harganya semakin beragam fitur dan fasilitas yang ditawarkan. Namun permasalahnnya sekarang, apakah memang semua fitur yang ada akan kita pakai semua nantinya?

Lanjutkan membaca ‘Realistis, Ekonomis dan Dinamis’

Pengalaman Dan Review Hosting Gratis Freehostia dan 000Webhost

Dalam membangun sebuah blog atau situs peran hosting sangatlah besar karena tanpa adanya hosting maka blog/situs kita tidak akan bisa diakses di internet. Karena peran itulah tidak heran kalau harga sewa hosting merupakan anggaran yang paling besar dan dapat menyedot hingga 70% dari total anggaran. Harga hosting pun bervariasi mulai dari yang paling murah sekitar Rp. 75.000 hingga jutaan rupiah pertahunnya tergantung fitur dan layanan yang disediakan.

Bagi yang sangat sensitif dengan harga, menggunakan hosting gratisan merupakan suatu pilihan yang cukup realistis, di dunia internet ini ada ratusan hosting gratisan namun setidaknya ada dua pemain besar yang paling banyak digunakan oleh orang yaitu 000webhost dan Freehostia. Mereka benar-benar menawarkan layanan hosting yang gratis dengan fitur yang hampir sama dengan layanan hosting berbayar plus tanpa iklan-iklan di blog atau situs pengguna.

Lanjutkan membaca ‘Pengalaman Dan Review Hosting Gratis Freehostia dan 000Webhost’

Turtles Can Fly: Pesan Tragis Dan Indah Dari Sebuah Penderitaan

Sebagai seorang pecinta film-film “bermutu” dan kebetulan juga seorang blogger saya sama sekali tidak tertarik untuk me-review film-film yang telah saya tonton walaupun sebagus apapun film itu menurut saya namun sepertinya “idealisme” itu akan pudar hari ini ketika saya tidak tahan untuk menulis sesuatu tentang film Lakposhtha Parvaz Mikonand atau Turtles Can Fly.

Dari semua film-film bergenre “tragedi” mungkin inilah film yang bisa untuk pertama kalinya membuat saya terdiam beberapa menit setelah menontonnya karena saya sadar bahwa apa yang telah diceritakan oleh film ini merupakan sebuah cermin dari penderitaan saudara-saudara kita disana.

Telah banyak film yang menceritakan mengenai trauma perang namun Turtles Can Fly merangkumnya dengan penderitaan perang dimata anak-anak Irak dari suku Kurdi yang ketika masa pemerintahan Saddam Hussein menjadi target genosida. Film ini hebatnya sama sekali tidak menunjukkan kekerasaan perang dengan gambaran senjata, pertempuran, pembunuhan atau kekerasaan namun perjuangan hidup dan penderitaan hidup dari anak-anak pengungsi yaitm piatu yang harus hidup tanpa orang tua.

Lanjutkan membaca ‘Turtles Can Fly: Pesan Tragis Dan Indah Dari Sebuah Penderitaan’

Malaysia Penjajah: Salahkan Indonesia!

Sebagai pribadi yang logis dan realistis seharusnya kita bisa memetik pelajaran berharga dari apa yang sedang hangat terjadi sekarang antara Indonesia dan Malaysia.

Pertanyaannya,

Mengapa negara sekecil Malaysia bisa sangat mendominasi dan memandang rendah Indonesia?

Jawabannya,

Lanjutkan membaca ‘Malaysia Penjajah: Salahkan Indonesia!’

Halaman Berikutnya »


Subscribe in Bloglines

Add to The Free Dictionary

Powered by FeedBurner

Kategori